Senin, 08 April 2013

aliran psikologi


MAKALAH
ALIRAN – ALIRAN PSIKOLOGI
( HUMANISME, KOGNITIF, DAN PSIKOANALISME )
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Umum

Dosen Pengampu :
Bpk. Mukani, M.Pd.I
cats-crop logo staiba.jpg







 





 

Disusun Oleh :
1.    Ulumi Ning Nadhofah (2012146020017)
2.    Risalatul Muawwanah (2012146020014)



Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Bhs. Arab
Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh
2012 - 2013
                                                                     
                                                                     

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Psikologi adalah ilmu yang membahas tentang manusia. Yakni yang meliputi jiwa, tingkah laku, tentang kehidupan mental (The science of mental life), serta apa, mengapa dan bagaimana yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan, factor-faktor apa yang mendorong manusia, memikirkan, merasakan dan melakukan sesuatu.
Sebagai ilmu, psikologi akan selalu terus berkembang, seiring dengan berkembangnya zaman dan dari bertambahnya masalah diri manusia itu sendiri. Teori-teori yang muncul biasanya merupakan kritik dari teori-teori sebelumnya. Memang patut diakui bahwa titik pandang ( teori ) dalam psikologi tidak ada yang sempurna, sehingga terbuka kesempatan bagi ilmuwan untuk memberikan kritik dan masukan ataupun penyempurnaan dan teori yang sudah ada,
Beberapa Aliran-aliran dalam psikologi antara lain Aliran Strukturalisme,   Aliran Fungsionalisme, Aliran Gestalt, Aliran Psikoanalisa, Aliran Behaviorisme, Aliran Humanisme, Aliran Psikologi konitif, Aliran Psikologi Transpersonal. Aliran aliran tersebut kesemuanya membahas tentang manusia sebagai obyeknya. Tetapi dalam makalah ini hanya akan membahas tentang aliran psikologi kognitif, psikoanalisa dan humanisme.
B.       Rumusan Masalah
1.      Aliran Psikologi psikoanalisme
2.      Aliran Psikologi Kognitif
3.      Aliran PSikologi Humanisme

C.      Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui Aliran Psikologi Psikoanalisme
2.      Untuk mengetahui Aliran Psikologi Kognitif
3.      Untuk mengetahui Aliran Psikologi Humanisme
BAB II
PEMBAHASAN

1.      Aliran Psikoanalisme
Psikoanalisme adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia.
Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, bahwa kehidupan manusia dikuasai oleh alam ketiksadaran yakni alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini mengabaikan Potensi yang dimiliki oleh manusia. Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini.
ID     
Id merupakan system kepribadian yang asli; id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, termasuk insting-insting. Id berhubungan erat dengan proses-proses jasmaniah darimana id mendapatkan energinya. Freud juga menyebut id “kenyataan psikis yang sebenarnya”, karna id merepresentasikan dunia batin pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan objektif.
EGO
Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai  dengan dunia kenyataan objektif.
SUPEREGO
Sistem kepribadian ketiga yang terakhir dikembangkan adalah superego. Superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat sebagaimana diterangkan orang tua kepada anak, dan dilaksanakan dengan cara meberikan hadiah-hadiah atau hukuman-hukuman. Superego adalah wewenang moral dari kepribadian; ia mencerminkan yang ideal dan bukan yang real; dan memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan. Perhatiannya yang utama adalah memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah dengan demikian ia dapat bertindak sesuai dengan norma-norma moral yang diakui oleh wakil-wakil masyarakat
Terapi psikoanalisis Freud merujuk pada suatu jenis perlakuan dimana orang yang dianalisis mengungkapkan pemikiran secara verbal, termasuk asosiasi bebas, khayalan, dan mimpi, yang menjadi sumber bagi seorang penganalisis merumuskan konflik tidak sadar yang menyebabkan gejala yang dirasakan dan permasalahan karakter pada pasien, kemudian menginterpretasikannya bagi pasien untuk menghasilkan pemahaman diri untuk pemecahan masalahnya.
     *asosiasi bebas adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu dan pelepasan emosi yang berkaitan dengan situasi-situasi traumatic dimasa lalu.

Dalam aliran Psikoanalisa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, alam bawah sadar (id,ego,superego), mimpi dan masa lalu.
Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit atau kurang, ‘sisi yang pincang’ dari kodrat manusia, karna hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis.
Sigmund freud dan orang-orang yang mengikuti ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kebribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik.
Jadi, aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan  biologis dan konflik masa kanak-kanak.[1]

2.      Aliran Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif muncul pada tahun 1960-an dan merupakan salah satu aliran dalam psikologi dengan pendekatan kognitif[2] untuk memahami perilaku tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat, dan berfikir tentang suatu informasi.
Aliran ini tumbuh akibat pemikiran-pemikiran kaum rasionalisme. Aliran ini memandang bahwa manusia sebagai makhluk yang selalu berfikir, bukan makhluk yang pasif. [3] yang tunduk sepenuhnya pada lingkungan. Secara aktif, manusia dapat memerhatikan, menafsirkan, mengolah dan menggunakan informasi yang diperolehnya.
Tokoh-tokoh aliran ini antara lain gestalt, meinong, ehrenfels, kohler, max wetherimer, dan koffika. Menurut ahli aliran ini manusia tidak memberikan respons secara otomatis kepada stimulus yang dihadapkan kepadanya karena manusia adalah makhluk aktif yang dapat menafsirkan lingkungan dan bahkan dapat merubahnya. Pada dasarnya mereka berpandangan bahwa manusialah yang mentukan makna stimuli itu sendiri.
Beberapa tokoh filsafat rasionalisme juga sangat meragukan kesanggupan alat indrawi manusia dapat memberikan kebenaran. Karena sering gagal dalam menyajikan informasi yang akurat. Dan Immanuel kant sebagai moyang aliran kognitif menyimpulkan bahwa jiwalah yang menjadi alat utama pengetahuan, bukan piranti-piranti indrawi. Jiwalah yang menafsirkan, mendistorsi dan mencari makna. Tidak selamanya kita merespons stimulus eksternal.
Contoh seorang ibu yang sedang tudur lelap tidak terganggu oleh hiruk pikuk dan riuh rendah suara diluar. Akan tetapi ketika bayi yang ada disampingnya menangis, dengan tergesa-gesa ia bangun.
Crir-ciri aliran kognitif [4] :
1.      Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia
2.      Mementingkan kondisi waktu sekarang
3.      Mementingkan pembentukan struktur kognitif / persepsi
4.      Mengutamakan keseimbangan dalam diri manusia
5.      Mengutamakan insight (pengertian, pemahaman)

3.      Aliran Humanisme
Latar belakang psikologi humanistis merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an. Dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli psikologi aliran ini mendirikan sebuah asosiasi professional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.[5]
Aliran humanisme memandang bahwa “ manusia adalah mahluk yang mulia, yang semua kebutuhan pokok diperuntukkan untuk memperbaiki spisiesnya. Aliran ini terdapat asas-asas penting mengenai manusia sebagai berikut:
a.       Manusia adalah mahluk yang memiliki kehendak bebas.
b.      Manusia adalah mahluk yang sadar atau berfikir.
c.       Manusia adalah mahluk yang mempunyai cita-cita dan merindukan sesuatu ideal.
d.      Manusia adalah mahluk yang kreatif.
e.       Manusia adalah mahluk yang bermoral.
f.       Manusia adalah mahluk yang sadar akan dirinya sendiri.
g.      Manusia adalah mahluk yang memiliki esensi kesucian

Salah satu tokoh aliran ini, Abraham Maslow yang mengkritik freud dengan mengatakan bahwa freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit, bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya tetap sehat.
Abraham Maslaw juga dikenal sebagai “ Bapak spiritual” psikologi humanistik, bagi maslaw manusia dengan potensinya akan mampu mengembangkan bakat dan kemampuannya, pengembangan potensi dan aktualisasi diri dilakukan dengan cara mengalami kehidupan secara sistimatis, mulai yang terendah hingga yang tertinggi “. Adalah Carl Rogers tentang teori humanisme mengenai potensi diri manusia, ia mengemukakan ciri-ciri orang yang sehat sebagai berikut:
1.      Pandai menikmati hidup.
2.      Terbuka terhadap semua pengalaman.
3.      Memilih hidup sesuai dengan panggilan hati nurani.
4.       Apresiasif, bebas berfikir, tidak mau terikat, spakanitas, kreatif dan fleksibel.

Adapun tokoh-tokoh psikologi humanisme selain Maslaw dan Roger adalah:
1.      William James.
2.      G. Stanly Hall.
3.      John Cohen.
4.      Albert wellek.
5.      F. T. Severin.


BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Dapat kita ketahui sekarang apa yang di maksud aliran psikologi psikoanalisme, kognitif dan humanisme. Dan dapat disimpulkan bahwa :
1.    Aliran psikoanalisme psikologi : bahwa pada perkembangan manusia, sangat dipengarui oleh perkembangan dari usia dini.
2.    Aliran Psikologi kognitif : Aliran ini memandang bahwa manusia adalah makhluk yang aktif yang tidak akan begitu saja menerimu stimuli dari eksternal
3.    Aliran Psikologi Humanisme : Aliran ini memandang bahwa manusia adalah makhluk yang sangat mulia. Dan lebih memandang manusia dari segi kelebihan yang telah ada pada manusia.

B.     Penutup
Alhamdulillahirobbil ‘alamin makalah ini dapat kami seleseikan. Tentunya makalah ni masih jauh dari kesempurnaan, dan pasti masih banyak kekurangan disana – sini. Mungkin karena minimnya refrensi. Oleh karenya kami sangat mengharap kritik dan saran demi lebih sempurnanya makalah kami selanjutnya.
Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian terutama bagi penulis. Amiin








DAFTAR PUSTAKA

v  Hasan Kawaguchi, manusia menurut aliran kognitif : http://kupulan-materi.blogspot.com (19 maret 2012)
v  Yuke Miranda: kesehatan mental aliran psikoanalisis: http:///kesehatan-mental-aliran-psikoanalisis.html (26-04-2012)
v  Bompa, Aliran Psikologi Kognitif : http://bompa.blogspot.com /2011/10/16/aliran-psikologi-kognitif.html
v  Berbagai ilmu dapat dipelajari:aliran psikologi kognitif : http://pusatilmupsikologi.blogspot.com/aliran-psikologi-kognitif.html
v  Sugiharto, kartika nur fathiyah, farida agus setiawati, farida harahap dan siti rohmah nurhayati. (2007). Psikologi pendidikan. Yogyakarya: UNY Press 
v  Teknik Terapi Menurut Aliran Psikoanalisis & Humanistik _ Blog Mata Kuliah Softskill.htm. http://blogmatakuliahsoftskill.blogspot.com




[1] Yuke Miranda: kesehatan mental aliran psikoanalisis:http:// kesehatan-mental-aliran-psikoanalisis.html(26-04-2012)
[2] Id.wikipedia.org/../psikologi_kognitif.html
[3] Bompa, Aliran Psikologi Kognitif : http://bompa.blogspot.com/2011/10/16/aliran-psikologi-kognitif.html
[4] Berbagai ilmu dapat dipelajari:aliran psikologi kognitif : http://pusatilmupsikologi.blogspot.com/aliran-psikologi-kognitif.html
[5] Edukasi.kompasiana.com/2010/07/01/psikologi-humanistik